|
Pada hari Sabtu , 24 Juli 2010, bertempat di aula kampus Unsada, diadakan peringata HUT Persada dan Unsada. Dalam sambutannya, Dubes Shiojiri antar lain menyampaikan bahwa Unsada adalah sebuah universitas yang unik karena didirikan oleh para alumni Jepang. Persahabatan Indonesia dan Jepang yang telah terjalin begitu lama harus lebih di tingkatkan, jika tidak, maka kedua negara tidak dapat menghadapi tantangan dinamika globalisasi dunia. Dalam peningkatan hubungan kedua negara tersebut, Persada dan Unsada dapat memainkan perannya sebagai pilar pendukung yang menjenbatani hubungan kedua negara.
Sementara itu, Ketua Dewan Penyantun Persada, Prof. DR. Ginanjar Kartasasmita menyatakan hasil dari survet yang dilakukan atas bantuan Profesor dari Keio University tentang rencana revitalisasi Unsada, bahwa dengan berbekal keunikan dan keunggulan SDMnya, dimasa yang akan datang kemungkinan besar Unsada akan dapat berkembang. Dalam era demokratisasi dan globalisasi saat ini, jika tidak mau tertinggal oleh Perguruan Tinggi lain yang baru, yang banyak bermunculan, maka Unsada harus melakukan revitalisasi. Dari hasil survey perbaikan yang harus dilakukan Unsada adalah :
1. Kegiatan perkuliahan, kurikulum, belajar-mengajar.
2. Peningkatan mutu SDM
3. Image building melalui marketing yang baik
Visi Unsada pun harus di perbarui menjadi, “Universitas yang terkemukan di Indonesia
yang unggul di bidang budaya dan monozukuri (falsasah Jepang mengenai membuat barang). Menurut Ginanjar, Universitas Dharma Persada merupakan satu-satunya universitas yang prodi bahasa Jepangnya mendapat akreditasi “A”. Dalam hal image building, bagaimana menciptakan kampus yang bersih tidak ada puntung rokok yang berserakan dan nyaman, di Jepang, universitas Waseda setiap tahun lebih banyak diminati dibandingkan universitas Meiji, namun, tahun ini Waseda kalah, hal ini membuktikan bahwa para mahasiswa sekarang memilih universitas yang bersih nyaman dengan pelayanan yang baik. |