|
Suatu saat, Yousuke Ichinoseki, Project Manager Computer System pada perusahaan komputer Hewlett Packard menghadap ke atasannya, "istri sedang hamil dan saya ingin cuti 3 bulan untuk merawat anak" Atasannya kaget bukan kepalang mendengar alasan bawahannya itu, namun, "ayo kita bicarakan jalan keluarnya", katanya. Dia meyadari kalau posisinya membutuhkan kehadirannya setiap saat dan dia juga bertanggung jawab penuh terhadap kliennya. Tapi dia juga sangat ingin meringankan beban sang istri yang sedang hamil tua disamping juga ingin mencoba bagaimana rasanya merawat anak. Dengan dukungan penuh sang atasan, akhirnya dia mendapatkan cuti tersebut.
Tanggal 30 Juni 2010, di Jepang diberlakukan UU Pendidikan dan Perawatan Anak yang disempurnakan. Revisi UU ini sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2009 yang lalu. Tujuan dari UU ini adalah memberikan kesempatan kepada kaum bapak untuk menghabiskan waktu lebih lama bersama keluarga, dengan harapan dapat menaikkan tingkat prosentasekelahiran anak yang saat ini tinggal 1,37%. Disamping tentunya meringankan beban kaum ibu. Untuk mensosialisasikan UU yang baru ini, Kementerian Kesejahteraan dan Tenaga Kerja Jepang membuat istilah, "IKUMEN", yang diambil dari kata, "IKU", yang berarti pendidikan dan "MEN" dari bahasa Inggris yang berarti laki-laki, IKUMEN berarti, laki-laki yang mendidik dan merawat anak. Kementrian Tenaga Kerja juga sampai membuat website khusus dengan alamat di, http://www.ikumen-project.jp, yang berisi keterangan lengkap mengenai gerakan ini. Setelah puas menghabiskan cuti 3 bulan mengurus anaknya dan kembali ke tempat kerja, Yosuke Ichinose tidak lagi berlama-lama di kantor dan berusaha untuk pulang cepat agar bisa memandikan anak perempuan semata wayangnya. (M.Surya, dari Asahi Shimbun) |